Manusia memiliki ciri yang khas dibanding dengan makhluk lain. Manusia memiliki sejumlah kebutuhan fisik yang apabila tidak dipenuhinya maka bisa mengantarkan kepada kerusakan manusia itu sendiri. Bentuk kebutuhan fisik ini diantaranya seperti: makan, minum, tidur, buang air, istirahat, dll.

Manusia pun memiliki sejumlah naluri yang apabila tidak dipenuhi, maka manusia akan merasakan keresahan dan ketidaktentraman. Kalau kita mengamati manusia, ternyata manusia memiliki tiga macam naluri; yaitu naluri mengeksiskan diri (gharizatul-baqa), naluri untuk melangsungkan keturunan (gharizatun-nau`) dan naluri beragama (gharizatut-tadayyun).

Selain itu, manusia memiliki akal. Dengan akal inilah manusia menempuh kehidupan, menyelesaikan masalah pemenuhan segenap kebutuhan dirinya, baik yang berhubungan dengan kebutuhan fisik maupun naluri-nalurinya.

Bagaimana cara kita mengetahui keshahihan keimanan kita? Bagaimana cara kita meyakinkan orang lain bahwa hanya Aqidah Islamiyah sajalah yang shahih? Dalam realita kehidupan saat ini, tidak sedikit kaum muslimin yang kurang mengetahui kenapa dia memeluk Islam. Ketika ditanya mengapa Anda Islam? Sering terlontar jawaban yang paling sederhana: Ya karena orang tua saya Islam. Benarkah pemahaman keislaman seperti ini? Padahal Al-Qur’an menuntut untuk membuktikan setiap kebenaran yang diyakini manusia.

***

Secara fitrah manusia memiliki kecenderungan untuk berbuat baik. Namun, hal itu tidak memberikan suatu jaminan bahwa setiap orang akan berkelakuan dan berakhlak baik. Oleh karena itu, apabila kita hendak mengubah perilaku seseorang yang hina menjadi mulia, hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan cara mengubah pemikiran dan pemahamannya.

Oleh sebab itu, satu-satunya metode untuk mengubahnya adalah dengan memberikan penjelasan tentang pemikiran yang menyeluruh dan tuntas mengenai alam semesta, manusia, dan kehidupan (baik kehidupan dunia maupun kehidupan sebelum dan sesudahnya). Sebab pemikiran tersebut merupakan landasan ideal bagi semua pemikiran cabang yang berkaitan dengan kehidupan, dan yang memberikan pemecahan terhadap permasalahan mendasar yang dimiliki oleh setiap manusia. Adapun persoalan yang mendasar tersebut adalah:

Dari mana aku berasal?

Mau apa aku di dunia ini?

Akan kemana aku setelah mati?

Apabila ketiga pertanyaan tersebut telah terjawab oleh seorang manusia, akan terjawab pula pertanyaan-pertanyaan cabang yang lain. Jawaban terhadap permasalahan mendasar manusia itulah yang kemudian disebut dengan Aqidah. Adapun syarat sebuah aqidah yang benar haruslah sesuai dengan fitrah manusia, dapat memuaskan dan diterima akal manusia, dan memberi ketenangan batin dan menentramkan hati manusia.

Untuk mendapat jawaban dan arikel ini secara lengkap silahkan di download.

DOWNLOAD