Berbaktilah Kepada Orang Tua
Oleh: Zaidan Ats-tsalis
Allah SWT berfirman:
Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahunbersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu. (Luqman:14)
Saudaraku yang dimuliakan Allah,
Ketahuilah tiada satu pun kita akan dimintai pertanggunjawaban terhadap semua tanggungjawab yang ada. Sebagai anak tentu kita akan dituntut tentang kewajiban kita kepada orang tua. Orang tua yang telah melahirkan dan merawat kita mulai kecil hingga sekarang ini. Perintah Allah berlaku bagi semua orang yang berstatus ”anak”. Tidak pernah orangtua kita menuntut kesusahan dan seberapa besar biaya yang telah dikeluarkan untuk kita, tetapi yang mereka minta hanyalah ketaatan dan berbakti kepada mereka. Orangtua akan senang dan bangga mempunya anak yang sholih atau sholihah sukses dunia dan akhirat.
Rasulullah saw bersabda:
” Dari Abdullah Bin Mas’ud berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah “Amalan apakah yang dicintai oleh Allah” Beliau menjawab “Sholat pada waktunya. Aku bertanya lagi “Kemudian apa” Beliau menjawab “Berbakti kepada kedua orang tua”. Aku bertanya lagi “Kemudian apa” Beliau menjawab “Jihad dijalan Allah”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Saudaraku, kewajiban kita berbakti kepada orangtua disandingkan dengan kewajiban sholat dan jihad di jalan Allah. Sungguh besar penghargaan Allah kepada status orangtua. Tentunya kita sebagai anak kewajiban kita adalah memuliakannya ketika masih hidup dengan selalu berbuat baik, mentaati perintahnya selama itu bukan maksiat, selalu mendoakan untuk kebaikannya, memahamkan tentang Islam jika memang mereka belum paham agar selalu di jalan hidayah Allah,serta berkata yang baik dan lemah lembutlah di hadapan mereka. Jika memang itu semua bisa kita lakukan sebagai anak, kebahagian yang akan mereka rasakan dan kebanggan kepada kita sebagai anaknya, takkan pernah mereka merasa sesal sedikit pun bersusah payah melahirkan kita. Dan semoga Allah membalas perlakuan kita terhadap orang tua kita dengan diberikannya kita generasi yang sholih dan sholihah.
Rasulullah Saw juga bersabda:
Dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi berkata “Ketika kami sedang duduk dekat Rasulullah , tiba-tiba datang seorang laki-laki dari (suku) Bani Salamah lalu berkata “Wahai Rasulullah, apakah masih ada sesuatu yang aku dapat lakukan untuk berbakti kepada kedua orangtuaku setelah keduanya wafat Beliau bersabda “Ya, yaitu mendoakan keduanya, memintakan ampun untuk keduanya, menunaikan janji, menyambung persaudaraan yang tidak disambung kecuali karena keduanya, dan memuliakan kawan keduanya”. (HR. Abu Dawud , Ibnu Majah dan Ibnu Hibban di dalam sahihnya)
Saudaraku yang dirahmati Allah,
Kewajiban kita kepada orangtua mulai mereka hidup bahkan ketika sudah tiada. Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk selalu berbuat baik kepada teman-teman mereka, menyambung persaudaraan karena mereka serta memuliakan kawan kedua orangtua kita. Tentu kita harus mendoakan agar kedua orangtua kita diampuni, menunaikan janji-janjinya ketika masih hidup yang belum terpenuhi.
Sungguh beruntung kita yang masih punya orangtua, mereka adalah ladang syurga kita, karena ridho mereka kita bisa dikasihi Allah, karena doa mereka cita-cita kita dikabulkan Allah. Berbuat baiklah kepada mereka, bahagiakan keduanya selagi masih hidup di tengah-tengah kita, jangan pernah buat marah dan muliakan mereka dengan pelayanan prima kita.
Saudaraku,
Perbuatan baik kita kepada orangtua bukan karena kita ingin warisan atau dimanja mereka tetapi ini karena perintah Allah. Semoga dengan kita berbuat baik kepada mereka, Allah juga akan memberikan kepada kita pengganti-penganti kita yang lebih sholih yang akan mentaati kita dalam setiap ketaatan kepada Allah dan RasulNya. Berapa banyak keluhan orangtua karena susahnya mengatur anak-anak mereka. Itu semua cerminan didikan dan perlakuan orangtua mereka terhadap para orangtuanya sendiri yang dulu mencontohkan dihadapan mereka berlaku membangkang.
Ya Allah…..
Ampunilah kami semua, maafkan kami semua atas perilaku kami terhadap orangtua, jika ada kelakuan kami yang kurang baik terhadap mereka maka karena kebodohan dan kekhilafan kami. Ya Allah kasihilah keduaorangtua kami sebagaimana mereka mengasihi kami ketika kecil. Jadikan kami orang-orang yang berbakti kepada orangtua dan menjadi tabungan akhirat mereka. Dan lahirkanlah dari tulang sulbi kami generasi-generasi sholih dan sholihah yang akan memuliakan orangtua dengan ketaatan dan ketaqwaanya kepadaMu, ya Allah. Amin ya Robbal alamin.
- MENGHAFAL Al QUR’AN
- Biografi Ringkas Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
- Menghidupkan Hati Dengan Ilmu
- Bekerja Dengan Halal
- Optimis
- Berani Berkorban karena Allah
- Hanya Ada dua Jalan
- Berbaktilah Kepada Orang Tua
- Menangkal Panah-Panah Setan
- Memupuk Sikap Tangguh
- Manajemen Qalbu: Melumpuhkan Senjata Syetan
- Faidhul Mu'in
- Nasehat Bagi Pemuda Muslim Dan Penuntut Ilmu
This post has 2 comments
October 20th, 2009
bagaimana jika ibu yang slalu dibanggakan tdak pernah mendukung kegiatan anak,tdak pernah tau keinginan anak,ingin menang sendiri,keras terhadap anak2nya.
gmana pendapat anda tentang curhatan saya ini.
tiap saya blang “tlong bu,sifat kerasnya dihilangi” ttapi tetap saja ibu keras terhadap saya n adek
October 21st, 2009
Tiap orang termasuk “ibu” bertindak dan bersikap berdasarkan pemahamannya. Sesungguhnya Allah tidak merubah suatu kaum jia kum tsb tidak mau merubahnya.
Kuncinya adalah komunikasi dan saling mengerti. Anda harus bertanya kepada ibu, kenapa tidak mendukung kegiatan anda, dan apa sebenarnya yg diinginkan ibu? jika keinginan beliau mulia semisal agar mengakkan syariat Islam, kenapa kita mesti menolaknya?